Wednesday, 7 November 2012

= Berkat ditengah badai =

"Tetapi semua orang yang berlindung pada-MU akan bersukacita,
mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-MU."
(Mazmur 5:12)

Suatu kali seekor burung di ombang-ambing kan kian kemari oleh angin badai, sehingga ia tersapu dari sebuah tempat yg berumput hijau 
& nyaman, dimana biasanya ia tinggal & menikmati ketenangan hidup.

Waktu angin badai datang menerpanya,
ia berusaha sekuat tenaga untuk bisa kembali ke tempat semula,
n a m u n usahanya itu sia² saja, sehingga ia berputus asa,
ia pikir angin badai itu sedang membawanya pada kematian.

T e t a p i , ternyata angin badai itu membawanya ke suatu tempat yg begitu cerah, padang rumput yg hijau & hutan yg luas, sehingga ia menjadi ter-kagum² dibuatnya, karena tempat yg baru ini jauuuhhh lebih baik daripada yg semula.

Pesan Moral,
Acapkali kitapun bersikap seperti burung itu,
banyak kali kita menentang & melawan apa yg menjadi kehendak TUHAN di dalam kehidupan kita.

Ketika di bawa melewati lembah kekelaman, kita mengira bahwa segalanya sudah berakhir & tidak ada harapan lagi.

Sampai pada akhirnya kita baru melek & mengerti, bahwa ternyata angin badai itu 'sengaja' dipakai TUHAN untuk membawa kita ke tempat yg lebih baik lagi.

Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apa pun,
tetapi orang fasik akan senantiasa celaka. (Amsal 12:21)

Kalo saat ini kita sedang di terbangkan badai ke tempat yg tidak mengenakkan, percayalah akan Kasih & Pemeliharaan TUHAN,
DIA akan membuat segala sesuatunya indah pada waktuNYA,
karna perubahan yg TUHAN kerjakan se-mata² untuk mendatangkan kebaikan.
I BELIEVE HIM !!!

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)

Yang percaya katakan: "AMIN"





via: http://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS?ref=stream

T E N A N G

Tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. (Yesaya 30:15)

Sebagian besar masalah yang kita alami dalam hidup ini sebenarnya dapat diatasi dengan lebih mudah seandainya kita mampu
 bersikap tenang. Masalahnya, bersikap tenang ketika masalah datang bukanlah hal yang mudah. Kita lebih mudah untuk terjebak dengan rasa panik yang kemudian mengendalikan kehidupan kita. Akhirnya, bukan keputusan bijak yang kita ambil, justru sebaliknya, kita mengambil keputusan-keputusan yang tidak tepat.

Terlihat seorang pria sedang mencari arlojinya yang hilang di tumpukan jerami. Ia mencari ke sana ke mari, namun tak juga ditemukan. Setelah sekian lama pencariannya tak membuahkan hasil, ia makin panik, frustasi dan mengomel terus menerus. Sampai akhirnya ia menyerah dan tak mau mencari lagi.

Seorang bijak yang kebetulan melihat kejadian itu mencoba membantu mencarikannya, hanya dengan satu syarat, pria yang sudah panik itu harus diam, tenang dan tak boleh mengeluarkan suara sedikitpun juga. Ketika suasana sudah menjadi sedemikian tenang dan sunyi, secara perlahan terdengarlah bunyi suara arloji yang berdetak dan dengan mudah orang bijak tersebut menemukannya. Sebuah cara penyelesaian yang sangat sederhana: bersikap tenang!

Apa yang dilakukan pria yang panik tersebut juga kerap kita lakukan saat masalah datang menghampiri kita. Panik tak akan pernah menyelesaikan masalah, justru hal itu akan membuat masalah tambah runyam. Daripada panik, bukankah lebih baik kita bersikap tenang dan belajar berdiam di bawah kaki Tuhan. Dengan kita berdiam diri, biasanya pikiran kita akan makin jernih dan hati kita makin peka untuk mendengar suara Tuhan.

Kita mencari jawaban ke sana ke mari, namun tak juga menemukannya. Lupa, bahwa solusi dari kebanyakan persoalan seringkali terletak di ujung lengan baju kita. Solusi yang sebenarnya bisa dengan mudah kita temukan, seandainya kita bisa belajar berdiam dan belajar tenang. Yesaya 30 :15 menulis dengan sangat unik, bahwa berdiam diri dan bersikap tenang justru adalah kekuatan kita.

Apakah hari ini Anda sedang dihadapkan dengan masalah hidup yang rumit? Jangan buru-buru panik! Jadilah tenang dan pertajam kepekaan Anda untuk bisa menangkap petunjuk dari Tuhan untuk persoalan kita. (fr.martinez.mnrd)

Tuhan Yesus memberkati selalu..





via: http://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS?ref=stream

Hati-hati dalam berkata-kata

Ayub 4:1-5:27

Hati-hati dalam berkata-kata

Sahabat yang baik adalah yang setia menemani kita dalam suka dan duka. Maka betapa menyakitkan bila seorang sahabat tidak memberikan dukungan justru ketika kita sedang berbeban berat.

Elifas adalah salah seorang sahabat yang mengunjungi Ayub (4:1). Mulanya ia meres-pons keluh kesah Ayub dengan pujian atas kebaikan dan kearifan Ayub dalam kaitan dengan
 orang-orang yang membutuhkan bantuannya (4:3-4). Namun pujian Elifas berubah menjadi kritik. Bukannya memberi penguatan dan dorongan, Elifas malah menegur Ayub atas keluh kesahnya. Ia juga mengemukakan pandangannya tentang penyebab penderitaan manusia (4:7). Berdasarkan pengalamannya, Elifas telah melihat bahwa orang baik pasti berhasil dan orang jahat pasti menderita. Elifas meyakini bahwa penderitaan Ayub adalah teguran dan didikan Tuhan atas dosa-dosa Ayub (5:17). Karena itu Ayub harus berbahagia mengalami dan memberi respons yang tepat, yaitu bertobat. Dengan demikian Allah akan memberkati dia (5:18-27).

Tempatkanlah diri Anda pada posisi Ayub, yang sedang duduk di tengah abu karena penyakit dan bersedih karena penderitaan. Lalu dengar komentar sahabat yang bukan menguatkan, tetapi malah menghakimi. Pengalaman Ayub memang bisa membuat dia bertumbuh dalam pemahamannya akan Allah, tetapi bukan itu tujuan utama Allah membiarkan Iblis mengganggu dia (Ayb. 1:6-2:10). Maka nasihat Elifas tidak efektif. Perkataan yang ia anggap baik, malah menyakiti hati Ayub.

Dari Elifas, kita harus belajar untuk tidak menghakimi orang lain dalam hubungannya dengan Tuhan, terutama dalam masalah yang sedang mereka hadapi. Kita juga perlu berhati-hati dalam menasihati dan meng-hibur orang yang sedang bermasalah atau berduka, jangan sampai kata-kata kita malah menjadi sembilu tajam yang menam-bah perih di hati. Mintalah hikmat Tuhan sehingga kata-kata yang kita ucapkan jadi berkat yang membangun.

Tuhan Yesus Memberkati

Hasil Ujian Iman


"sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:3)

Emas adalah perhiasan yang digemari banyak orang terutama kaum wanita. Sekalipun merupakan perhiasan yang berharga tetapi benda tersebut telah mengalami proses permurnian dalam api.

Emas yang murni tidak pernah takut api. Justru panasnya api akan semakin membuktikan kualitas emas tersebut.

Kehidupan kita menggambarkan emas tersebut, sedangkan api melambangkan pencobaan yang hendak menguji dan memurnikan iman kitam

Mengapa iman perlu diuji? Sebab proses pengujian iman akan menghasilkan ketekunan yang menyatakan kemampuan untuk dapat bertahan dalam menghadapi kemalangan, penderitaan atau pun penganiayaan. Menjadikan kuat berani menghadapi kenyataan, sekalipun itu penderitaan. Sehingga mampu menjadikan situasi yang tidak menyenangkan menjadi suatu yang mempermuliakan Allah.

Orang percaya diminta untuk merespon pencobaan-pencobaan yang dihadapi agar menghasilkan iman yg kuat.

Jangan pernah marah, kecewa atau putus asa ketika TUHAN menempatkan Anda dalam berbagai penderitaan. Ia membentuk Anda menjadi orang yang tangguh.

FOKUS KEPADA YESUS LEBIH DARI PADA UJIAN AKAN MENGHASILKAN KEMENANGAN.





via: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream


KEAJAIBAN HIDUP

Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu ?".

Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!" Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, perdagangan lelaki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Tidak lama sesudahnya bekas isteri yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang dikota dan hidup berbahagia. Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, "Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?". Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk kedalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, "Mengapa engkau menangis? apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?".

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada diluar itu ?............ Dia adalah suamiku yang pertama dulu."

Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, "Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini?.................. Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".

Roda hidup selalu berputar. Anda tidak akan pernah tahu posisi Anda akan diatas atau di bawah.

Berikanlah kebahagiaan kepada orang lain selagi Anda mampu melakukannya..





Via http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream

Tuesday, 6 November 2012

Penantian Sang Ayah

Tersebutlah seorang ayah yang mempunyai anak. Ayah ini sangat menyayangi anaknya. Di suatu weekend, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seat beltnya karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.

Benar saja, di sebuah tikungan, sebuah mobil lain 
melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah.

Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.

Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya.
Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya.
Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat ‘hangat’ tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.

Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya. Si anak sangat marah, namun sang ayah hanya bisa menghela nafas. Komunikasinya terbatas. Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin yang tajam itu sudah berkarat., namun apa daya si anak tidak dapat mendengar, hanya dapat merasakan. Ia hanya bisa berharap anaknya sepenuhnya percaya kalau papanya hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya.

Saat-saat paling bahagia si ayah adalah saat dia mendengar anaknya mengutarakan perasaannya, isi hatinya. Saat anaknya mendiamkan dia, dia merasa tersiksa, namun ia senantiasa berada disamping anaknya, setia menjaganya. Dia hanya bisa berdoa dan berharap, kalau suatu saat Tuhan boleh memberi mujizat. Setiap hari jam 4 pagi, dia bangun untuk mendoakan kesembuhan anaknya. Setiap hari.

Beberapa tahun berlalu. Di suatu pagi yang cerah, sayup-sayup bunyi kicauan burung membangunkan si anak. Ternyata pendengarannya pulih! Anak itu berteriak kegirangan, sampai mengejutkan si ayah yg tertidur di sampingnya. Kemudian disusul oleh penglihatannya. Ternyata Tuhan telah mengabulkan doa sang ayah.

Melihat rambut ayahnya yang telah memutih dan tangan sang ayah yg telah mengeras penuh luka, si anak memeluk erat sang ayah, sambil berkata. “Ayah, terima kasih ya, selama ini engkau telah setia menjagaku.”

Pesan moral :
Ingatlah Bapa ðϊ sorga juga dgn sabar menanti kita bertobat ( bisu tuli mendengar suaraNya melalalui FirmanNya) dari perbuatan kita yang salah.


via http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594

Hadiah Bagi Yang Merendahkan Hati.

Tuhan sangat menyukai orang yang sungguh rendah hati. Booker T. Washington, seorang pendidik berkulit hitam yang terkenal, adalah salah satu contohnya. Tatkala ia menjadi pimpinan pada Institut Tuskegee di Alabama, ia senang berjalan-jalan di pinggir kota. Suatu hari ia dihentikan oleh seorang wanita kaya kulit putih. Karena tak mengenal Washington, maka ia mena
warkan apakah laki-laki kulit hitam itu mau ia beri upah dengan memotongkan kayu untuknya.


Setelah mengingat bahwa tak ada urusan mendesak pada saat itu,maka Profesor Washington menyatakan kesediaannya. Ia tersenyum, menggulung lengan baju, dan mulai mengerjakan pekerjaan kasar yang diminta wanita tadi. Kemudian ia membawa kayu-kayu itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat perapian.

Seorang gadis kecil yang mengenalnya, kemudian mengatakan kepada wanita itu siapa Pak Washington sebenarnya. Keesokkan harinya wanita tadi dengan perasaan malu datang ke kantor Washington untuk meminta maaf : "Tak apa-apa, Nyonya, saya sangat senang dapat menolong anda". Wanita tadi dengan hangat menjabat tangan Pak Washington dan mengatakan bahwa perilaku Washington yang sangat terpuji itu tertanam dalam hatinya. Tak lama kemudian wanita tadi menyatakan penghormatannya dengan menyumbang beribu-ribu dolar untuk Institut Tuskegee.

Ingatlah bahwa mengerjakan sesuatu tanpa pamrih akan membuat anda dihormati manusia dan disayangi Allah. Ini merupakan hadiah sejati atas kerendahan hati. Tak ada pakaian yang lebih pantas bagi kita selain jubah kerendahan hati.

"..... Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Matius
23:12).

TUHAN YESUS MEMBERKATI





Via http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594