Yosua 8:1
(1) Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya,
Salah satu persoalan serius dlm diri banyak org yg bahkan sudah terlibat dlm pelayanan adalah TRAUMA KEGAGALAN masa lalu.
Yosua menang lawan Yerikho, namun gagal dlm menghadapi Ai, kegagalan ini menimbulkan TRAUMA MENDALAM.
Persoalan kita, lebih banyak memandang AI dari pada YERIKHO; kalaupun kita mengingat Yerikho, malah jadi sombong.
Kita hrs ingat YERIKHO, utk mengingat betapa BAIK dan DAHSYAT nya Tuhan;
Namun kita hrs mengingat AI, utk menyadari betapa LEMAH dan TERBATAS nya kita.
Yosua menang atas TRAUMA, dgn beberapa langkah sederhana:
1. Belajar dari setiap kegagalan, dan tdk mengulanginya
2. Tetap pandang kedepan, milikilah mental kemajuan
3. Miliki hati yg tegar
4. Lebih memperhatikan apa yg Tuhan sampaikan, dari pada segala tuduhan yg menekan hati.
sumber: http://www.facebook.com/psgilbertlumoindong?ref=stream
Tuesday, 8 January 2013
Monday, 7 January 2013
°°> JANGAN MENYERAH <°°
Setelah dua tahun mengalami suatu
penyakit autoimun langka yang
tiba-tiba menyebabkan kebutaan,
Lisa Fittipaldi setiap hari bangun pagi, membuka matanya dan berjalan menuju jendela ruang tidurnya.
"Dan kemudian,” katanya,
“menjadi jelas bagiku, seperti seember es dituangkan ke atas kepalaku, bahwa aku tidak dapat
melihat. Aku segera merasa ketakutan.”
Demi memberi semangat kepada
Lisa, suaminya, Al, mendorong Lisa
untuk menemukan asalan untuk hidup, namun semuanya seperti
sia-sia.
Hingga di tahun 1995, setelah mempelajari bahwa para ahli
psikologi menyarankan seni sebagai
terapi depresi, ia membeli seperangkat cat air.
"Saya berikan kepadanya dan berkata ‘Aku tak peduli dengan apa yang akan
kaulakukan –
pokoknya lakukan sesuatu!’ cerita Al.
Marah dengan apa yang Lisa sebut ketidakpekaan suaminya, Lisa yang belum pernah melukis sebelumnya membuat sketsa sebuah lukisan dari
ingatannya tentang empat botol kaca dengan empat warna.
Ia berhasil menangkap indahnya gambar itu dengan ketajaman yang luar biasa.
Al takjub dengan kebangkitan dalam
diri Lisa, sehingga ia mendorongnya
untuk mendaftar ke kelas pengajaran seni selama dua minggu di Louisiana Tech University di Ruston, Louisiana.
Disanalah Lisa belajar tehnik-tehnik dasar melukis,begitu juga dengan strategi menghafalkan peralatan lukisnya dan menciptakan garis besar
lukisannya.
Dengan mengabaikan nasihat orang-orang tentang kebutaannya yang menyarankannya untuk mengambil jalur abstrak, Lisa memilih gaya melukis realis.
Gurunya kagum dengan kemampuannya menangkap
“semangat batin sejati” dari subjek
lukisannya.
Tiga tahun kemudian, suaminya
mengirimkan sejumlah karyanya ke
beberapa galeri seni, yang akhirnya
menarik perhatian Florence Art
Galleries di Dallas, Texas.
Pada pameran pertamanya, Lisa berhasil menjual ke empat belas lukisannya sehingga merintis jalan
keberhasilannya.
Lukisannya, terutama cat air dan minyak, sekarang ini tergantung di lebih dari tiga puluh galeri di seluruh
dunia.
Kisah Lisa Fittipaldi mengingatkan
kita bahwa jika Tuhan mengijinkan
sesuatu yang buruk menimpa hidup
kita, Ia pasti memiliki rencana yang
indah dibaliknya.
Untuk itu jangan kita kecewa, marah atau putus asa.
Jangan pernah putus asa kepada diri kita sendiri ataupun kepada mereka yang mengalami hal-hal buruk dalam hidupnya.
Dibalik Setiap kejadian yang diijinkan Tuhan, pastilah ada sesuatu rencana yang indah,yang Tuhan sudah siapkan untuk kita.
Jika saat ini Anda ada di dalam situasi ini,janganlah putus asa.
Tuhan kita adalah Tuhan yang hebat, Dia pasti sanggup melakukan perkara2 ajaib di luar pemikiran kita.
Tuhan Dahsyat,
Tuhan adalah Sang Motivator Ter Handal....
Praise The Lord !!
penyakit autoimun langka yang
tiba-tiba menyebabkan kebutaan,
Lisa Fittipaldi setiap hari bangun pagi, membuka matanya dan berjalan menuju jendela ruang tidurnya.
"Dan kemudian,” katanya,
“menjadi jelas bagiku, seperti seember es dituangkan ke atas kepalaku, bahwa aku tidak dapat
melihat. Aku segera merasa ketakutan.”
Demi memberi semangat kepada
Lisa, suaminya, Al, mendorong Lisa
untuk menemukan asalan untuk hidup, namun semuanya seperti
sia-sia.
Hingga di tahun 1995, setelah mempelajari bahwa para ahli
psikologi menyarankan seni sebagai
terapi depresi, ia membeli seperangkat cat air.
"Saya berikan kepadanya dan berkata ‘Aku tak peduli dengan apa yang akan
kaulakukan –
pokoknya lakukan sesuatu!’ cerita Al.
Marah dengan apa yang Lisa sebut ketidakpekaan suaminya, Lisa yang belum pernah melukis sebelumnya membuat sketsa sebuah lukisan dari
ingatannya tentang empat botol kaca dengan empat warna.
Ia berhasil menangkap indahnya gambar itu dengan ketajaman yang luar biasa.
Al takjub dengan kebangkitan dalam
diri Lisa, sehingga ia mendorongnya
untuk mendaftar ke kelas pengajaran seni selama dua minggu di Louisiana Tech University di Ruston, Louisiana.
Disanalah Lisa belajar tehnik-tehnik dasar melukis,begitu juga dengan strategi menghafalkan peralatan lukisnya dan menciptakan garis besar
lukisannya.
Dengan mengabaikan nasihat orang-orang tentang kebutaannya yang menyarankannya untuk mengambil jalur abstrak, Lisa memilih gaya melukis realis.
Gurunya kagum dengan kemampuannya menangkap
“semangat batin sejati” dari subjek
lukisannya.
Tiga tahun kemudian, suaminya
mengirimkan sejumlah karyanya ke
beberapa galeri seni, yang akhirnya
menarik perhatian Florence Art
Galleries di Dallas, Texas.
Pada pameran pertamanya, Lisa berhasil menjual ke empat belas lukisannya sehingga merintis jalan
keberhasilannya.
Lukisannya, terutama cat air dan minyak, sekarang ini tergantung di lebih dari tiga puluh galeri di seluruh
dunia.
Kisah Lisa Fittipaldi mengingatkan
kita bahwa jika Tuhan mengijinkan
sesuatu yang buruk menimpa hidup
kita, Ia pasti memiliki rencana yang
indah dibaliknya.
Untuk itu jangan kita kecewa, marah atau putus asa.
Jangan pernah putus asa kepada diri kita sendiri ataupun kepada mereka yang mengalami hal-hal buruk dalam hidupnya.
Dibalik Setiap kejadian yang diijinkan Tuhan, pastilah ada sesuatu rencana yang indah,yang Tuhan sudah siapkan untuk kita.
Jika saat ini Anda ada di dalam situasi ini,janganlah putus asa.
Tuhan kita adalah Tuhan yang hebat, Dia pasti sanggup melakukan perkara2 ajaib di luar pemikiran kita.
Tuhan Dahsyat,
Tuhan adalah Sang Motivator Ter Handal....
Praise The Lord !!
via: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream
°°> GAJAH TERBANG <°°
Pernah melihat gajah terbang?
Gajah terbang tentu hanya ada
dalam cerita dongeng, cerita-cerita
jenaka yang pastinya untuk anak
kecil.
Namun ada sedikit pandangan
yang berbeda dan mungkin akan
menggelitik kita tentang gajah
terbang, seorang teman saya
berkata bahwa gajah tidak bisa
terbang karena gajah terlalu banyak
mendengar apa kata manusia.
"Buktinya ukuran telinganya yang
lebar banget!", lanjut teman saya. :D
Teman saya membandingkan
fenomena ini dengan kepak sayap
lebah.
Selama ratusan tahun, lebahmenjadi misteri. Tak seorang pun,bahkan saintis paling kaliber mampu menjelaskan fenomena kepakan sayap lebah.
Lebah tidak memiliki telinga.
Lebah hanya memiliki sepasang sayap
yang kecil, namun mampu
mengangkut nektar yang beratnya
kadang menyamai berat tubuhnya.
Bahkan menariknya, jangankan
mengangkut nektar menurut
pengamatan ahli dengan hanya
mengandalkan sayap sekecil itu
Lebah seharusnya tidak bisa
mengangkat dirinya sendiri.
¤¤¤¤¤
Setiap manusia tentu memiliki
impiannya masing-masing, semua
harus berjuang untuk mencapainya.
Selama proses pencapaian tersebut,
kritikan atau sindiran dan diragukan oleh orang lain itu akan selalu ada.
Namun orang yang bertahan dan berani berjuang serta taat sampai akhir walaupun dipandang sebelah mata oleh orang lain dan mengalami segala bentuk intimidasi baik dari orang lain maupun dari dirinya sendiri.
Dia adalah orang yang hebat!
Dia akan unggul sebagai juaranya.
Kritikan akan selalu ada, tapi
seorang pemenang tahu kapan
waktu dia membuka telinga dan
kapan tidak.
Bagi teman-teman yang ingin berbagi, silahkan...
Gajah terbang tentu hanya ada
dalam cerita dongeng, cerita-cerita
jenaka yang pastinya untuk anak
kecil.
Namun ada sedikit pandangan
yang berbeda dan mungkin akan
menggelitik kita tentang gajah
terbang, seorang teman saya
berkata bahwa gajah tidak bisa
terbang karena gajah terlalu banyak
mendengar apa kata manusia.
"Buktinya ukuran telinganya yang
lebar banget!", lanjut teman saya. :D
Teman saya membandingkan
fenomena ini dengan kepak sayap
lebah.
Selama ratusan tahun, lebahmenjadi misteri. Tak seorang pun,bahkan saintis paling kaliber mampu menjelaskan fenomena kepakan sayap lebah.
Lebah tidak memiliki telinga.
Lebah hanya memiliki sepasang sayap
yang kecil, namun mampu
mengangkut nektar yang beratnya
kadang menyamai berat tubuhnya.
Bahkan menariknya, jangankan
mengangkut nektar menurut
pengamatan ahli dengan hanya
mengandalkan sayap sekecil itu
Lebah seharusnya tidak bisa
mengangkat dirinya sendiri.
¤¤¤¤¤
Setiap manusia tentu memiliki
impiannya masing-masing, semua
harus berjuang untuk mencapainya.
Selama proses pencapaian tersebut,
kritikan atau sindiran dan diragukan oleh orang lain itu akan selalu ada.
Namun orang yang bertahan dan berani berjuang serta taat sampai akhir walaupun dipandang sebelah mata oleh orang lain dan mengalami segala bentuk intimidasi baik dari orang lain maupun dari dirinya sendiri.
Dia adalah orang yang hebat!
Dia akan unggul sebagai juaranya.
Kritikan akan selalu ada, tapi
seorang pemenang tahu kapan
waktu dia membuka telinga dan
kapan tidak.
Bagi teman-teman yang ingin berbagi, silahkan...
Tuesday, 18 December 2012
JANGAN PUTUS ASA MASIH BISA BERJALAN
Ada seorang pengusaha yang sangat
kaya raya. Hidupnya tak pernah
mengalami kesusahan. Apapun yang
diinginkan selalu terpenuhi. Bagi
dirinya uang tidak akan pernah
berhenti mengalir.
Namun suatu
hari ada musibah yang
menyebabkan dia harus kehilangan
semuanya. Dalam waktu singkat,
semua hartanya habis bahkan ia
jatuh miskin.
Ia hanya memiliki
sepasang pakaian yang melekat pada
tubuhnya.
Ia merasa terpuruk. Bahkan ia
sangat ingin sekali untuk mengakhiri
hidupnya. Dia merasa tak sanggup
melakukan apapun dan tak mungkin
dapat melanjutkan hidupnya.
Saat
duduk di tepi jalan, ia bertemu
dengan seorang kakek tua dengan
pakaian seadaanya namun tidak
compang-camping seperti pengemis.
Orang tua itu mengenali wajahnya
dan mengatakan sesuatu, “Selama
dunia masih berputar, maka masalah
akan terus berputar. Tantangan akan
selalu mengejar siapapun yang
masih bernapas.
Kita tidak akan
benar-benar mati. Selama kaki ini
masih bisa berjalan, maka suatu saat
kita akan bisa berlari.
Terjatuh itu
perlu karena akan mengajari kita
untuk bangkit kembali.”
Setelah mendengar kata kakek itu,
pengusaha yang jatuh miskin itu pun
menjadi semangat dankembali
berjuang untuk hidupnya.
Segala
sesuatu yang sudah runtuh mulai
dibangunnya satu persatu dan dia
menjadi sangat bijak dalam
menghadapi setiap hambatan yang
ada.
Seperti itulah kehidupan kita. Ada
kalanya kita terjatuh dalam masalah
yang besar, sebuah masalah yang
kita pikir merupakan akhir dari
kehidupan kita.
Selama kita masih
memiliki kaki untuk berjalan, maka
kita masih memiliki kesempatan
untuk berlari.
Kegagalan bukanlah kehancuran,
namun kegagalan adalah proses di
mana kita harus belajar
memperbaiki apa yang masih kurang
dalam diri kita.
Tidak ada seorang
pun yang diciptakan untuk sebuah
kehancuran. Setiap kita diciptakan
untuk sebuah kemenangan,
kemenangan akan segala sesuatu
yang kita perjuangkan.
~Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang
berharap akan kasih setia-Nya (Mazmur 33:18)
sumber: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream
kaya raya. Hidupnya tak pernah
mengalami kesusahan. Apapun yang
diinginkan selalu terpenuhi. Bagi
dirinya uang tidak akan pernah
berhenti mengalir.
Namun suatu
hari ada musibah yang
menyebabkan dia harus kehilangan
semuanya. Dalam waktu singkat,
semua hartanya habis bahkan ia
jatuh miskin.
Ia hanya memiliki
sepasang pakaian yang melekat pada
tubuhnya.
Ia merasa terpuruk. Bahkan ia
sangat ingin sekali untuk mengakhiri
hidupnya. Dia merasa tak sanggup
melakukan apapun dan tak mungkin
dapat melanjutkan hidupnya.
Saat
duduk di tepi jalan, ia bertemu
dengan seorang kakek tua dengan
pakaian seadaanya namun tidak
compang-camping seperti pengemis.
Orang tua itu mengenali wajahnya
dan mengatakan sesuatu, “Selama
dunia masih berputar, maka masalah
akan terus berputar. Tantangan akan
selalu mengejar siapapun yang
masih bernapas.
Kita tidak akan
benar-benar mati. Selama kaki ini
masih bisa berjalan, maka suatu saat
kita akan bisa berlari.
Terjatuh itu
perlu karena akan mengajari kita
untuk bangkit kembali.”
Setelah mendengar kata kakek itu,
pengusaha yang jatuh miskin itu pun
menjadi semangat dankembali
berjuang untuk hidupnya.
Segala
sesuatu yang sudah runtuh mulai
dibangunnya satu persatu dan dia
menjadi sangat bijak dalam
menghadapi setiap hambatan yang
ada.
Seperti itulah kehidupan kita. Ada
kalanya kita terjatuh dalam masalah
yang besar, sebuah masalah yang
kita pikir merupakan akhir dari
kehidupan kita.
Selama kita masih
memiliki kaki untuk berjalan, maka
kita masih memiliki kesempatan
untuk berlari.
Kegagalan bukanlah kehancuran,
namun kegagalan adalah proses di
mana kita harus belajar
memperbaiki apa yang masih kurang
dalam diri kita.
Tidak ada seorang
pun yang diciptakan untuk sebuah
kehancuran. Setiap kita diciptakan
untuk sebuah kemenangan,
kemenangan akan segala sesuatu
yang kita perjuangkan.
~Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang
berharap akan kasih setia-Nya (Mazmur 33:18)
sumber: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream
"Mama Bijaksana"
Seorang anak bertanya kepada Mamanya : "Ma, mamanya temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang agar tidak menggigit anaknya. Apakah Mama juga akan melakukan hal yang sama?”
Si Mama tertawa : “Tidak. Tetapi Mama akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam agar tidak sempat menggigit siapapun”
“Oh iya. Kubaca tentang seorang Mama yang rela tidak makan agar anak-anaknya bisa makan kenyang. Akankah Mama lakukan hal yang sama?” si anak kembali bertanya.
Dengan tegas Mamanya menjawab “Mama akan kerja keras agar kita semua bisa makan kenyang dan kamu tidak harus sulit menelan karena melihat Mama menahan lapar”.
Si anak tersenyum: “Apakah aku bisa selalu bersandar padamu, Mama?”
Sambil tersenyum dan membelai anaknya, si Ibu berkata : “Tidak Nak !. Tetapi Ibu akan mengajarmu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri agar tidak harus jatuh tersungkur ketika suatu saat nanti Mama harus pergi meninggalkanmu”
Pesan Moral:
"Seorang Mama yang bijaksana bukan hanya menjadikan dirinya tempat bersandar tetapi juga bisa membuat sandaran tersebut tidak lagi diperlukan."
Tuhan Memberkati.
sumber: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream
Si Mama tertawa : “Tidak. Tetapi Mama akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam agar tidak sempat menggigit siapapun”
“Oh iya. Kubaca tentang seorang Mama yang rela tidak makan agar anak-anaknya bisa makan kenyang. Akankah Mama lakukan hal yang sama?” si anak kembali bertanya.
Dengan tegas Mamanya menjawab “Mama akan kerja keras agar kita semua bisa makan kenyang dan kamu tidak harus sulit menelan karena melihat Mama menahan lapar”.
Si anak tersenyum: “Apakah aku bisa selalu bersandar padamu, Mama?”
Sambil tersenyum dan membelai anaknya, si Ibu berkata : “Tidak Nak !. Tetapi Ibu akan mengajarmu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri agar tidak harus jatuh tersungkur ketika suatu saat nanti Mama harus pergi meninggalkanmu”
Pesan Moral:
"Seorang Mama yang bijaksana bukan hanya menjadikan dirinya tempat bersandar tetapi juga bisa membuat sandaran tersebut tidak lagi diperlukan."
Tuhan Memberkati.
sumber: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream
"Inspirasi Natal"
Ada seorang pria remaja anak seorang yang sangat kaya di daerah tempat tinggalnya. Setiap kali anak ini berangkat sekolah dan melewati perempatan jalan, ia selalu bertemu dengan seorang pengemis dan mereka memiliki persahabatan yang baik.
Setiap kali anak ini pergi sekolah selalu ada saja sesuatu yang diberikan kepada pengemis itu, entah itu roti, makanan dibungkus, pakaian bahkan tidak jarang ia memberi uang kepada pengemis itu.
Suatu kali pengemis itu heran karena beberapa minggu anak itu tidak kelihatan. Kemudian pengemis itu mendatangi rumah anak itu, dan ketika tiba di rumah itu ada seorang bapak yang sedang duduk di teras rumah, dan pengemis itu bertanya: “Permisi pak, apa ini betul rumah anak yang bernama ….?
“Betul” kata bapak itu, “Anda siapa?” tanyanya kepada pengemis itu.
Kemudian pengemis itu menceritakan mengenai semua kebaikan anak itu kepadanya, dan pengemis itu berkata “saya belum pernah bertemu orang sebaik anak bapak, sekarang anak itu dimana ya pak?.”
Terdiam sejenak, kemudian bapak pemilik rumah itu mengajak pengemis itu masuk ke dalam rumah, dan begitu mereka masuk pengemis itu melihat ternyata bagian depan rumah itu adalah sebuah galeri seni dengan barang-barang seni yang bernilai tinggi dan sangat mahal.
“Anak saya telah meninggal beberapa hari lalu, setelah beberapa hari sakit,” kata pemilik rumah itu.
Mendengar itu sang pengemis sangat sedih, dan bertanya: “bolehkah saya melukis wajah anak bapak dengan peralatan disini? Kebetulan saya senang melukis.”
“Oh tentu saja boleh, silahkan!”
Setelah pengemis itu selesai melukis, ayah anak tersebut begitu kaget karena lukisan itu begitu indah dan betul-betul mirip dengan wajah anaknya. “Wah Anda ternyata sangat pandai melukis,” katanya.
Kemudian sang pengemis itu bertanya: “bolehkah lukisan ini di pajang disini?.”
“Oh tentu saja! Dan saya akan memberi bingkai terbagus untuk lukisan anak saya ini dan saya juga akan letakan tepat di tengah dinding menghadap pintu masuk.” Jawab bapak itu.
Beberapa tahun kemudian, sang pengemis dikagetkan oleh ramainya orang-orang dengan berpakaian rapih dan berjas serta mobil-mobil mewah memenuhi area rumah orang kaya tersebut. Ia bertanya pada orang disana, ada apa? Ternyata pemilik rumah itu telah meninggal dan akan melelang seluruh rumah dan galeri, pengemis itu pun berdiri tepat di sisi pagar dan lelang itu berlangsung dihalaman rumah itu.
Kemudian berdirilah seorang pengacara yang memulai lelang itu dan berkata “Saudara-saudara sekalian, lelang ini akan saya mulai dengan membaca 2 surat wasiat dari pemilik galeri ini. “Pertama: “barang yang pertama kali harus dilelang adalah lukisan anak saya.” Mendengar wasiat itu, semua orang yang hadir tidak berespon dan tidak berminat sama sekali membeli lukisan itu. Tiba-tiba ada seorang yang berteriak dari luar, “Saya mau membeli lukisan itu, tetapi hanya dengan beberapa uang disaku saya, bolehkah?”
Mendengar itu seorang pembeli mengatakan “berikan saja padanya, nanti saya bisa naikkan harga untuk barang yang lain” dan akhirnya lukisan itu menjadi milik pengemis itu dan betapa senangnya ia memilikinya.
Selanjutnya pengacara tersebut berkata, “Mari kita lanjutkan, sekarang saya akan membacakan wasiat yang kedua, ” dan dengan suara nyaring ia membacakan: “Barangsiapa membeli lukisan anak saya, Ia berhak memiliki seluruh galeri dan rumah ini.”
Sontak semua orang terkaget-kaget dan kecewa karena tidak mau membeli lukisan anak itu, dan akhirnya seluruh galeri beserta rumah itu diserahkan kepada pengemis tersebut.
Refleksi:
Hidup adalah anugerah, terlebih lagi keselamatan kekal adalah anugerah Allah, dan Alkitab berkata di dalam Kristus ada kehidupan yang kekal dan barangsiapa memiliki Kristus, ia memiliki hidup yang kekal, ia berhak memiliki seluruh isi surga. Kristus datang ke dunia untuk memberikan hidup yang kekal kepada orang-orang berdosa agar tidak binasa selamanya dan hidup selamanya. Natal adalah ungkapan kasih terbesar dari Allah bagi umat manusia.
“Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” 1 yohanes 5:11-12.
[Khotbah Ravi Zacharias].
SUMBER: http://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS
Setiap kali anak ini pergi sekolah selalu ada saja sesuatu yang diberikan kepada pengemis itu, entah itu roti, makanan dibungkus, pakaian bahkan tidak jarang ia memberi uang kepada pengemis itu.
Suatu kali pengemis itu heran karena beberapa minggu anak itu tidak kelihatan. Kemudian pengemis itu mendatangi rumah anak itu, dan ketika tiba di rumah itu ada seorang bapak yang sedang duduk di teras rumah, dan pengemis itu bertanya: “Permisi pak, apa ini betul rumah anak yang bernama ….?
“Betul” kata bapak itu, “Anda siapa?” tanyanya kepada pengemis itu.
Kemudian pengemis itu menceritakan mengenai semua kebaikan anak itu kepadanya, dan pengemis itu berkata “saya belum pernah bertemu orang sebaik anak bapak, sekarang anak itu dimana ya pak?.”
Terdiam sejenak, kemudian bapak pemilik rumah itu mengajak pengemis itu masuk ke dalam rumah, dan begitu mereka masuk pengemis itu melihat ternyata bagian depan rumah itu adalah sebuah galeri seni dengan barang-barang seni yang bernilai tinggi dan sangat mahal.
“Anak saya telah meninggal beberapa hari lalu, setelah beberapa hari sakit,” kata pemilik rumah itu.
Mendengar itu sang pengemis sangat sedih, dan bertanya: “bolehkah saya melukis wajah anak bapak dengan peralatan disini? Kebetulan saya senang melukis.”
“Oh tentu saja boleh, silahkan!”
Setelah pengemis itu selesai melukis, ayah anak tersebut begitu kaget karena lukisan itu begitu indah dan betul-betul mirip dengan wajah anaknya. “Wah Anda ternyata sangat pandai melukis,” katanya.
Kemudian sang pengemis itu bertanya: “bolehkah lukisan ini di pajang disini?.”
“Oh tentu saja! Dan saya akan memberi bingkai terbagus untuk lukisan anak saya ini dan saya juga akan letakan tepat di tengah dinding menghadap pintu masuk.” Jawab bapak itu.
Beberapa tahun kemudian, sang pengemis dikagetkan oleh ramainya orang-orang dengan berpakaian rapih dan berjas serta mobil-mobil mewah memenuhi area rumah orang kaya tersebut. Ia bertanya pada orang disana, ada apa? Ternyata pemilik rumah itu telah meninggal dan akan melelang seluruh rumah dan galeri, pengemis itu pun berdiri tepat di sisi pagar dan lelang itu berlangsung dihalaman rumah itu.
Kemudian berdirilah seorang pengacara yang memulai lelang itu dan berkata “Saudara-saudara sekalian, lelang ini akan saya mulai dengan membaca 2 surat wasiat dari pemilik galeri ini. “Pertama: “barang yang pertama kali harus dilelang adalah lukisan anak saya.” Mendengar wasiat itu, semua orang yang hadir tidak berespon dan tidak berminat sama sekali membeli lukisan itu. Tiba-tiba ada seorang yang berteriak dari luar, “Saya mau membeli lukisan itu, tetapi hanya dengan beberapa uang disaku saya, bolehkah?”
Mendengar itu seorang pembeli mengatakan “berikan saja padanya, nanti saya bisa naikkan harga untuk barang yang lain” dan akhirnya lukisan itu menjadi milik pengemis itu dan betapa senangnya ia memilikinya.
Selanjutnya pengacara tersebut berkata, “Mari kita lanjutkan, sekarang saya akan membacakan wasiat yang kedua, ” dan dengan suara nyaring ia membacakan: “Barangsiapa membeli lukisan anak saya, Ia berhak memiliki seluruh galeri dan rumah ini.”
Sontak semua orang terkaget-kaget dan kecewa karena tidak mau membeli lukisan anak itu, dan akhirnya seluruh galeri beserta rumah itu diserahkan kepada pengemis tersebut.
Refleksi:
Hidup adalah anugerah, terlebih lagi keselamatan kekal adalah anugerah Allah, dan Alkitab berkata di dalam Kristus ada kehidupan yang kekal dan barangsiapa memiliki Kristus, ia memiliki hidup yang kekal, ia berhak memiliki seluruh isi surga. Kristus datang ke dunia untuk memberikan hidup yang kekal kepada orang-orang berdosa agar tidak binasa selamanya dan hidup selamanya. Natal adalah ungkapan kasih terbesar dari Allah bagi umat manusia.
“Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” 1 yohanes 5:11-12.
[Khotbah Ravi Zacharias].
SUMBER: http://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS
Monday, 17 December 2012
Cara Tuhan Memandang ( Ir. Eddy Leo )
Oleh: Ir Eddy Leo M.Th
Pada suatu hari yang sejuk, seorang pria yang tinggi besar dan tampak perkasa berdiri di tepi sungai yang dalamnya sebatas pinggang seorang dewasa. Ia membiarkan rambutnya panjang hingga punggung karena tidak pernah dipotong sejak kecil. Dengan berani dan tanpa merasa takut kepada orang banyak yang berdiri di tepi sungai itu, ia mengumumkan bahwa akan datang seorang raja agung yang akan membebaskan mereka dari perbudakan. Karena itu, rakyat harus mempersiapkan diri dengan baik agar siap menyambut raja baru tersebut.
Banyak pendengarnya dengan sukacita menyambut pesan yang ia sampaikan, dan mempersiapkan diri mereka. Tetapi diantara pendengarnya, datang juga beberapa pemuka agama bangsa itu. Para pemuka tersebut datang bukan untuk mendengarkan isi pesannya, tetapi untuk memarahi sang pembawa kabar tersebut. Dengan gagah berani, ia menegur kemunafikan mereka, termasuk raja jahat yang duduk di atas tahta. Karena tegurannya itu, raja memasukkan dia ke dalam penjara.
Di dalam penjara, ia menjadi kecewa karena Raja baru yang telah ia perkenalkan tidak bertindak untuk membebaskan dia. Raja baru tersebut menghindari konfrontasi. Karena kecewa, ia mengirim beberapa muridnya untuk bertanya: Apakah benar, Engkau raja baru yang aku umumkan itu ? Atau haruskah kami menunggu orang lain ?
HATI-HATI DENGAN KEKECEWAAN ANDA
Ada dua langkah yang akan membuat seseorang terjerembab dan mundur dari Tuhan. Biasanya, kalau tidak cepat sadar untuk bertobat pada langkah pertama maka akan berlanjut kepada langkah kedua yang sangat berbahaya. Kedua langkah tersebut adalah:
1. KEKECEWAAN.
Ada satu senjata paling ampuh yang sering membunuh beberapa orang raksasa iman dalam Alkitab, yaitu kekecewaan. Kekecewaan telah menjadi pembunuh nomor satu bagi orang Kristen yang tidak pernah disadari selama ini. Yohanes Pembaptis adalah salah satu korban kekecewaan yang hampir membunuh imannya. Yesus menyatakan bahwa, “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku,” (Mat 11:6). Mengapa Yesus berkata demikian? Karena Yohanes Pembaptislah yang memperkenalkan Yesus kepada orang Israel, tetapi di dalam penjara ia menjadi kecewa. Ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan yang lain ?” (Mat 11:3). Itulah pertanyaan dari orang yang kecewa.
Jawab Yesus, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik,” (Mat 11:4-5). Yesus hanya menunjukkan bukti bahwa tanda-tanda yang Ia buat adalah bukti tentang siapa diriNya. Kita harus berhati-hati dengan penyakit kekecewaan ini. Kalau Yesus saja tidak berdosa, masih membuat Yohanes Pembaptis kecewa, apalagi PKS (pemimpin kelompok sel) kita ? Mungkin Tim Inti, PKS, PA (pengawas area), GA (gembala area) dan para pemimpin lain membuat kita kecewa, sehingga akan membuat kita melangkah pada langkah kedua.
2. PENOLAKAN
Yesus menyatakan bahwa setelah seseorang kecewa, maka ia akan melangkah pada langkah kedua yaitu menolak. Berapa banyak orang yang membiarkan dirinya dikecewakan oleh PKS atau pemimpin lain sehingga menyebabkan ia menolak Tuhan. Kekecewaan adalah pembunuh nomor satu. Mengapa ? Banyak suami yang kecewa dengan isteri, akhirnya menolak isterinya dan bercerai. Banyak anak-anak membiarkan dirinya terbuai dengan kekecewaan sehingga mereka menolak hal-hal yang benar. Ada banyak pemuda atau pemudi yang karena kecewa, menolak orang yang seharusnya menjadi pasangan serasi dari Tuhan. Mengapa ? Karena ia membiarkan kekecewaan membuat hatinya tawar dan dingin membeku. Kita harus bertobat setelah menyadari senjata pembunuh tersebut. Kekecewaan adalah senjata pamungkas yang memimpin seseorang menuju anak tangga penolakan. Akibatnya banyak orang Kristen tersandung dan jatuh ke dalam dosa.
APAKAH JALAN KELUARNYA?
Lihatlah apa yang ada di dalam diri orang tersebut. Kata Paulus, “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilaiNya demikian,” (II Kor 5:16).
Lihatlah pada status dan posisi orang tersebut dengan kaca mata Tuhan. Banyak orang farisi dan ahli taurat yang memandang Yesus dengan kaca mata manusia, maka mereka kecewa dan menolak Yesus. Demikian pula dengan kita, kita harus berhati-hati dengan kepicikan yang demikian.
Lihatlah seseorang sesuai rencana Allah di dalam dirinya. Kata Paulus, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya, “(Ef 2:10). Ketika kita memandang seseorang sesuai dengan rencana Allah di dalam dirinya, maka kita akan berusaha menolong orang tersebut untuk menggenapi rencana Allah di dalam diri mereka.
Karena itu, marilah kita melihat orang lain dengan cara Tuhan melihat dan bukan apa yang kita lihat dari penampilan luarnya.
sumber: http://www.jimpress.net/cara-tuhan-memandang-ir-eddy-leo/
Subscribe to:
Posts (Atom)