Matius 7 : 25 — “ Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”
Anda tentu tidak asing lagi dengan sebuah kartun Walt Disney yang berjudul "The Three Little Pigs". Kartun pendek yang diproduksi tahun 1933 ini menceritakan kisah tentang tiga babi kecil bersaudara yang harus membangun tempat perlindungan paling aman dari ancaman seekor serigala jahat yang ingin memangsa mereka. Ketiganya sama-sama membangun rumah dengan bahan baku dan cara yang berbeda. Kedua babi yang paling kecil menganggap remeh sang serigala dan malah bernyanyi lagu yang mungkin masih anda ingat berjudul "Who's Afraid of the Big Bad Wolf ?". Yang satu membangunnya dari jerami. Cepat, ringkas dan murah. Yang kedua memilih bahan dasar kayu, yang lebih kokoh tapi memerlukan modal dan waktu yang lebih lama. Anak babi tertua memilih untuk membangun dengan batu bata dan semen. Kedua adiknya yang membangun dengan jerami dan kayu tentu pekerjaannya lebih cepat selesai sehingga mereka sempat menertawakan saudara tertuanya yang masih tekun menumpuk batu bata demi batu bata dan menyatukannya dengan semen secara perlahan. Tapi si abang tertua tetap dengan tekun membangun tanpa mempedulikan cemoohan adik-adiknya. Pada satu hari serigala jahat pun datang. Rumah dari tumpukan jerami dengan mudah diluluh lantakkan dengan sekali hembus, dan kaburlah si adik terkecil dengan ketakutan. Ia lari berlindung di rumah kakaknya yang dibangun dari kayu. Ternyata rumah kayu itu juga masih mudah dirobohkan oleh si serigala jahat. Seketika mereka berdua berhamburan ketakutan, dan akhirnya bersembunyi ke rumah abang tertuanya. Di sana mereka aman dari kejaran serigala jahat karena sang serigala tidak mampu merubuhkan rumah yang kokoh dibangun di atas dasar kuat. Ada makna penting yang terkandung di dalam kartun pendek ini yang sangat alkitabiah. Seperti halnya tiga babi kecil, demikianlah kita dalam kehidupan harus senantiasa mewaspadai iblis yang terus mengaum-aum mencari mangsa. 1 Petrus 5 : 8 — “ Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." Untuk mengahadapi itu, dasar yang kita pilih untuk menghindari serangan iblis itu tentu menjadi sangat penting. Apa yang harus kita lakukan ? Apakah cukup dengan rajin mendengar firman TUHAN ? Alkitab berkata tidak cukup. Seperti yang sudah saya bahas kemarin, YESUS KRISTUS mengingatkan kita bahwa sekedar mendengar tidaklah cukup. Ada banyak di antara kita yang sejak lahir sudah dengan setia beribadah ke Gereja, rajin mendengar kotbah, kerap mengunjungi kebaktian-kebaktian rohani, membaca buku-buku rohani atau membeli CD/kaset/DVD kotbah, namun ternyata mereka masih belum menunjukkan pribadi yang sesuai dengan apa yang telah bertahun-tahun mereka pelajari dan dengar. Perumpamaan singkat mengenai "Dua Macam Dasar" yang diajarkan oleh YESUS KRISTUS sendiri menggambarkan hal ini dengan jelas. TUHAN YESUS berkata: "Setiap orang yang mendengar perkataan-KU ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-KU ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." Matius 7 : 24 - 27 Mari kita telaah bunyi ayat ini. Perhatikan bahwa kedua orang yang membangun rumah ini sama-sama orang yang mendengar perkataan TUHAN YESUS. Artinya keduanya adalah orang yang sudah menerima TUHAN YESUS dan mengetahui pengajaran-NYA. Tapi ada perbedaan nyata di antara keduanya. Keduanya sama-sama mendengar, tapi hanya satu yang mempraktekkannya dalam hidup, sementara yang satu berhenti pada mendengar saja. Akibatnya, ketika hujan dan banjir masalah datang, si orang bijaksana yang melakukan apa yang telah ia dengar tidak tergoncang dan tidak rubuh karena didirikan di atas batu yang kokoh. Sebaliknya si orang yang bodoh yang mendirikan kehidupannya di atas pasir, hidupnya akan rubuh dan porak poranda karena pondasi dan ketahanannya tidak cukup kuat. Perumpamaan sederhana yang sangat singkat ini merupakan penutup dari rangkaian kotbah YESUS KRISTUS di atas bukit. Memang singkat, namun maknanya sungguh dalam dan sangat penting sehingga patut kita cermati baik-baik dalam proses perjalanan kehidupan kita di dunia ini. YESUS KRISTUS mengingatkan bahwa apa yang telah DIA katakan, DIA ajarkan, DIA firmankan hendaklah tidak berhenti hanya pada sebatas mendengar saja, melainkan justru harus dilanjutkan dengan melakukannya, mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari. Yakobus mengingatkan agar kita menjadi para pelaku firman. "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri...Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya." Yakobus 1 : 21 - 25 Sebuah kehidupan yang kokoh haruslah diletakkan di atas dasar TUHAN YESUS KRISTUS, Sang Batu Penjuru. Efesus 2 : 20 — “ yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan KRISTUS YESUS sebagai batu penjuru." Lalu lihat juga ayat berikut: "Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu YESUS KRISTUS." 1 Korintus 3 : 11 Kehidupan yang dibangun dasar iman kuat dalam TUHAN YESUS KRISTUS akan kokoh dari segala situasi. Untuk mencapai itu, kita harus melakukan lebih dari sekedar pendengar yang baik. Kita harus menjadi pelaku firman, menerapkan segala firman TUHAN dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan membangun di atas dasar YESUS KRISTUS, kita tidak akan gampang goyah ketika angin ribut, badai hujan dan banjir datang menerpa kita. Kita akan tetap kuat, tetap penuh oleh ucapan syukur, tidak harus kehilangan sukacita dan berubah menjadi takut karena kita bukan hanya mendengar, tapi sudah melakukannya dalam kehidupan kita. Setiap Firman yang kita aplikasikan secara nyata itu seperti kita menumpuk satu batu kokoh dalam membangun rumah kita. Satu persatu batu itu kita susun hingga kita pun akhirnya bisa membangun hidup di atas sebuah dasar kokoh dengan tembok yang kokoh pula. Itu akan membuat kita aman dari keadaan sesulit apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Pemahaman akan firman TUHAN, rajin beribadah, rajin mendengar kotbah, rajin membaca buku-buku rohani, rajin membaca Alkitab, semua itu adalah sungguh baik, namun tidaklah cukup untuk menghasilkan sebuah kedewasaan rohani dan pertumbuhan iman yang baik. Itu juga tidak akan cukup untuk mengatasi berbagai persoalan, kecuali dengan mempraktekkan dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari secara nyata. Hidup tidaklah hanya ditentukan oleh pengalaman, kekayaan, pendidikan, status dan sebagainya, tetapi yang terpenting adalah di atas dasar apa kita membangunnya. Seperti kisah ke tiga anak babi di atas, kita memang tidak perlu takut kepada iblis, tapi bukan berarti bahwa kita boleh mengabaikan dan menyepelekan ancamannya sehingga kita menjadi lengah dan lemah. Perhatikan betul di atas dasar apa kita membangun kehidupan dan iman kita, karena itu akan menentukan sejauh mana kita akan bisa tetap aman hingga akhir. Jangan berhenti jadi pendengar, jadilah pelaku Firman. TUHAN YESUS Memberkati. by: http://www.facebook.com/benny.oen |
Tujuan dari setiap orang tua Kristen seharusnya bukanlah untuk membesarkan "anak yang baik" atau menghasilkan pelajar yang hebat secara akademis, atau atlit yang hebat, atau lainnya.
Tujuan utama adalah untuk memperlengkapi anak-anak kita, orang-orang kudus yang kecil ini "bagi pekerjaan pelayanan" (Ef. 4:12, Mar. 10:45). Tujuan kita sebagai orang tua Kristen adalah untuk mendidik mereka agar tetap berada dalam jalur yang benar agar dapat dipakai oleh Allah. Jika, pada akhirnya, mereka tidak dapat dipakai oleh Kristus, mereka tidak mengatasi hidup ini secara rohani dan dengan hikmat, maka kita telah gagal.
1. Pastikan engkau mengajak anak-anakmu membaca biografi dan autobiografi tokoh-tokoh Kristen di masa lampau.
membaca buku-buku ini dan itu membantu mereka untuk melihat bagaimaan Allah telah bekerja dalam kehidupan orang-orang Kristen lain itu.
2. Pastikan anak-anakmu mendengarkan engkau berdoa, dan dalam doamu itu, biarkan mereka mendengar engkau menyebut nama mereka kepada Allah. Ajarkan anak-anakmu bagaimana berdoa.
3. Pastikan engkau memperlihatkan kepada anak-anakmu bagaimana melakukan renungan pribadi dan bahwa mereka melihat engkau membaca Alkitab dan melakukan renungan pribadi. Pastikan anda ada membacakan dan menjelaskan Alkitab kepada mereka. Hubunganmu yang pribadi, intim, dan nyata dengan Allah akan menjadi pengaruh yang paling penting dalam tugas membesarkan anak-anakmu bagi Tuhan. Hal yang kedua penting adalah menyampaikan kepada anak-anakmu caranya agar bisa memiliki hubungan seperti itu, dan memastikan mereka memiliki hubungan yang intim, pribadi, dan bergairah dengan Tuhan.
4. Hal yang paling penting dalam membesarkan anak-anakmu yang rohani adalah orang tua yang rohani dapat mempertahankan hati sang anak, Amsal 23:26. Engkau harus berdoa setiap hari dan mengusahakannya setiap hari. Sebagai bagian dari masuk ke hatinya adalah dengan bertanya. Engkau harus menyisihkan waktu untuk berkomunikasi. Engkau harus menarik keluar apa yang ada dalam hatinya. Ingat, jika engkau kehilangan hati anakmu, temukan dimanakah engkau kehilangannya dan lakukan segalanya untuk mendapatnya kembali secepat mungkin. Hati anak anda dapat hilang, menjadi keras, atau dicuri. Ini adalah tiga langkah yang diambil oleh setiap anak yang menyebabkan pemberontakan. Langkah-langkah ini terjadi karena orang tua kehilangan hati anak tersebut.
5. Pastikan engkau mendahulukan Allah dalam hidupmu dan dalam pemberianmu. Pastikan engkau menjelaskan bahwa semua uang adalah milik Allah, bukan hanya 10 persen. Pastikan bahwa engkau menjelaskan perihal memberi bagi Tuhan kepada anak-anakmu dan bahwa anak-anakmu melihat engkau memberi kepada Tuhan. Seiring anak-anakmu diberikan uang atau bekerja dan mendapatkan uang, pastikan mereka mengerti tentang memberi sejak usia dini.
6. Pastikan anak-anakmu melihat engkau berserah kepada Roh Kudus. Dorong mereka untuk berserah juga kepada Roh Kudus. Sambil Tuhan bekerja dalam hidupmu, tidak akan rugi jika anak-anak ini melihat engkau mengambil keputusan-keputusan rohani yang baik dan semakin berserah kepada Allah.
7. Pastikan engkau membagikan kesaksian keselamatan pribadimu dengan anak-anakmu. Beritahu mereka bagaimana engkau diselamatkan. Berdoalah dengan sungguh-sungguh bagi anak-anakmu agar diselamatkan dan pastikan mereka mengerti Injil. Usahakanlah dapat melihat anak-anakmu menerima Kristus pada umur yang muda.
8. Pastikan anak-anakmu melihat engkau membagikan traktat kepada orang lain, atau usaha penginjilan lainnya. Bawa mereka dalam mengunjungi orang dan penginjilan.
9. Pastikan anak-anakmu pernah mendengarkan engkau menjelaskan Injil kepada orang yang belum selamat. Ajarkan anak-anakmu untuk menjelaskan hal yang sama.
10. Pastikan anak-anakmu mendengar engkau dan istrimu (atau suamimu) menyatakan saling mencintai.
11. Pastikan anak-anakmu mendengarkan engkau mengucap syukur kepada Allah atas berkat-berkatNya dalam hidupmu dan keluargamu.
12. Pastikan anak-anakmu mendengar engkau memberitahu orang lain betapa pentingnya jemaat lokalmu bagi engkau. Pastikan mereka mengerti pentingnya berjemaat secara setia, 1 Kor. 4:2; Ibr. 10:25.
13. Pastikan engkau memberitahu anak-anakmu bahwa engkau mengasihi mereka, secara rutin.
14. Pastikan engkau menjelaskan kebenaran-kebenaran Alkitab kepada anak-anakmu dan buatlah penerapan-penerapan praktis akan kebenaran tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
15. Pastikan engkau menjelaskan kebenaran-kebenaran doktrinal Alkitab yang besar kepada anak-anakmu. Sangat penting untuk menjelaskan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidupmu. Jelaskan apa artinya dipenuhi (dikuasai) oleh Roh Kudus.
16. Pastikan engkau berjemaat di sebuah jemaat yang memiliki pengajaran Alkitab yang baik. Pastikan penekanan gereja ini adalah dalam hal bertumbuh secara rohani, memenangkan jiwa-jiwa, dan bukan berorientasi kepada aktvitas. Jangan mencari gereja hanya karena aktivitas apa yang tersedia bagi anak-anak. Carilah gereja yang menekankan pengajaran kebenaran rohani bagi engkau dan keluargamu. Carilah gereja yang memilki pelayanan Firman Tuhan sebagai penekanan utama mereka. Carilah gereja yang mendorong hidup kudus dan saleh. Carilah gereja yang tidak terlibat dalam musik yang fasik (musik yang menarik bagi daging bukan roh) seperti musik Kristen kontemporer, musik southern gospel, atau gereja yang lebih menekankan musik dari pada Firman Tuhan. Banyak gereja yang mengagungkan persekutuan remaja/pemuda dan musik mereka daripada Tuhan. (Ini adalah berhala). Carilah gereja yang menekankan musik himne.
17. Pastikan engkau menjaga anak-anakmu dari pengaruh televisi yang duniawi, musik yang duniawi, dan teman-teman dan pergaulan yang duniawi. Pastikan engkau tidak mengizinkan anak-anakmu berfokus pada lawan jenis pada usia dini. Pastikan engkau menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam hidup anak-anakmu.
18. Pastikan anda menjalani hidup yang kudus, terpisah dari keduniawian, kejahatan, dan kefasikan. Pastikan hidupmu adalah kesaksian kekudusan, bukan hanya di gereja tetapi juga di rumah.
19. Pastikan anak-anakmu dididik dalam atmosfir yang Alkitabiah, saleh, dan Kristiani. Jangan tertipu bahwa engkau bisa mendidik anakmu di dalam sistem dunia (yang adalah sistem Iblis) dan itu tidak akan berpengaruh pada mereka.
20. Pastikan engkau berusaha menanamkan karakter Kristiani yang saleh dalam hidup anak-anakmu dengan disiplin yang pantas. Seorang anak harus belajar taat pertama kalinya. Seorang anak harus belajar bahwa dia tidak perlu diberitahu berulang-ulang untuk taat. Pastikan engkau mendisiplin dengan benar dan dengan konsisten. Pastikan engkau, sebagai orang tua, memperhatikan dan berusaha dalam bidang disiplin yang pantas. Adalah tanggung jawabmu untuk mengajar anakmu bagaimana berkonsentrasi. Pastikan engkau selalu mendisiplinkan sikap dan reaksi yang tidak benar.
21. Pastikan engkau tidak hidup setiap hari dalam amarah yang fasik, atau dalam roh amarah. Efesus 4:31-32. Kebanyakan orang tua kehilangan hati anak-anak mereka karena menggunakan amarah yang fasik pada mereka. Pahamilah bahwa Alkitab mengatakan ini akan gagal. "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa" (Ams. 22:8). Pahamilah bahwa Alkitab mengatakan amarah yang tidak benar berasal dari kesombongan, Amsal 21:24. Banyak orang Kristen yang menjalani hidup sehari-hari mereka, berpikir bahwa mereka bersekutu dengan Allah, padahal dalam kenyataannya mereka menjalani hidup dalam dosa amarah, di luar persekutuan dengan Allah, 1 Yoh. 1:6-10. Amarah yang fasik sangatlah menipu dan banyak orang Kristen yang tertipu olehnya, Galatia 6:7-8. Dengan melakukan ini, kita membuka hidup kita kepada Iblis dan kehancuran darinya, 1 Pet. 5:8. Kehancuran ini terjadi dalam hidup kita, dalam hidup keluarga kita dan anak-anak kita. Essensi dari hidup Kristiani adalah dikuasai oleh Roh Allah, Efesus 5:18. Kita tidak dikuasai oleh Roh Allah jika kita menjalani hidup kita sehari-hari dalam amarah yang fasik. Iblis sangat menipu dan amarah yang fasik dirancang oleh Iblis untuk menghancurkan keluargamu dan hidupmu. Pastikan engkau mengerti bahwa "kasih itu murah hati," 1 Kor. 13:4.
22. Pastikan engkau mengerti bahwa engkau harus membangun karakter yang saleh dalam hidup anak-anakmu. Karakter mereka adalah tujuan akhir mereka. Alkitab memberikan sedikitnya 49 jenis karakter yang berbeda. Iblis akan sangat tertarik dengan karakter mereka dan karaktermu. Ia tidak peduli tentang engkau atau anak-anakmu. Ia memiliki tiga keinginan, "mencuri dan membunuh dan membinasakan, " Yohanes 10:9-10. Sadarlah bahwa engkau melawan Iblis demi anak-anakmu, 1 Petrus 5:8. Pastikan ada diskusi tentang karakter di rumah tanggamu. Belajarlah untuk memuji karakter yang bagus dalam anak-anakmu (Ini mungkin adalah poin yang terpenting). Amsal 27:21. Secara umum, banyak orang tidak memuji anak-anaknya, atau memuji hal-hal yang salah, seperti kecantikan atau prestasi, yang membangkitkan kesombongan. Memuji karakter dalam anak-anakmu membangkitkan kemajuan bagi mereka tanpa menimbulkan kesombongan.
Mazmur 127:3 "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah."
Ambil yang bermanfaat dari 22 pemikiran ini.
Tuhan memberkati anda
Tujuan utama adalah untuk memperlengkapi anak-anak kita, orang-orang kudus yang kecil ini "bagi pekerjaan pelayanan" (Ef. 4:12, Mar. 10:45). Tujuan kita sebagai orang tua Kristen adalah untuk mendidik mereka agar tetap berada dalam jalur yang benar agar dapat dipakai oleh Allah. Jika, pada akhirnya, mereka tidak dapat dipakai oleh Kristus, mereka tidak mengatasi hidup ini secara rohani dan dengan hikmat, maka kita telah gagal.
1. Pastikan engkau mengajak anak-anakmu membaca biografi dan autobiografi tokoh-tokoh Kristen di masa lampau.
membaca buku-buku ini dan itu membantu mereka untuk melihat bagaimaan Allah telah bekerja dalam kehidupan orang-orang Kristen lain itu.
2. Pastikan anak-anakmu mendengarkan engkau berdoa, dan dalam doamu itu, biarkan mereka mendengar engkau menyebut nama mereka kepada Allah. Ajarkan anak-anakmu bagaimana berdoa.
3. Pastikan engkau memperlihatkan kepada anak-anakmu bagaimana melakukan renungan pribadi dan bahwa mereka melihat engkau membaca Alkitab dan melakukan renungan pribadi. Pastikan anda ada membacakan dan menjelaskan Alkitab kepada mereka. Hubunganmu yang pribadi, intim, dan nyata dengan Allah akan menjadi pengaruh yang paling penting dalam tugas membesarkan anak-anakmu bagi Tuhan. Hal yang kedua penting adalah menyampaikan kepada anak-anakmu caranya agar bisa memiliki hubungan seperti itu, dan memastikan mereka memiliki hubungan yang intim, pribadi, dan bergairah dengan Tuhan.
4. Hal yang paling penting dalam membesarkan anak-anakmu yang rohani adalah orang tua yang rohani dapat mempertahankan hati sang anak, Amsal 23:26. Engkau harus berdoa setiap hari dan mengusahakannya setiap hari. Sebagai bagian dari masuk ke hatinya adalah dengan bertanya. Engkau harus menyisihkan waktu untuk berkomunikasi. Engkau harus menarik keluar apa yang ada dalam hatinya. Ingat, jika engkau kehilangan hati anakmu, temukan dimanakah engkau kehilangannya dan lakukan segalanya untuk mendapatnya kembali secepat mungkin. Hati anak anda dapat hilang, menjadi keras, atau dicuri. Ini adalah tiga langkah yang diambil oleh setiap anak yang menyebabkan pemberontakan. Langkah-langkah ini terjadi karena orang tua kehilangan hati anak tersebut.
5. Pastikan engkau mendahulukan Allah dalam hidupmu dan dalam pemberianmu. Pastikan engkau menjelaskan bahwa semua uang adalah milik Allah, bukan hanya 10 persen. Pastikan bahwa engkau menjelaskan perihal memberi bagi Tuhan kepada anak-anakmu dan bahwa anak-anakmu melihat engkau memberi kepada Tuhan. Seiring anak-anakmu diberikan uang atau bekerja dan mendapatkan uang, pastikan mereka mengerti tentang memberi sejak usia dini.
6. Pastikan anak-anakmu melihat engkau berserah kepada Roh Kudus. Dorong mereka untuk berserah juga kepada Roh Kudus. Sambil Tuhan bekerja dalam hidupmu, tidak akan rugi jika anak-anak ini melihat engkau mengambil keputusan-keputusan rohani yang baik dan semakin berserah kepada Allah.
7. Pastikan engkau membagikan kesaksian keselamatan pribadimu dengan anak-anakmu. Beritahu mereka bagaimana engkau diselamatkan. Berdoalah dengan sungguh-sungguh bagi anak-anakmu agar diselamatkan dan pastikan mereka mengerti Injil. Usahakanlah dapat melihat anak-anakmu menerima Kristus pada umur yang muda.
8. Pastikan anak-anakmu melihat engkau membagikan traktat kepada orang lain, atau usaha penginjilan lainnya. Bawa mereka dalam mengunjungi orang dan penginjilan.
9. Pastikan anak-anakmu pernah mendengarkan engkau menjelaskan Injil kepada orang yang belum selamat. Ajarkan anak-anakmu untuk menjelaskan hal yang sama.
10. Pastikan anak-anakmu mendengar engkau dan istrimu (atau suamimu) menyatakan saling mencintai.
11. Pastikan anak-anakmu mendengarkan engkau mengucap syukur kepada Allah atas berkat-berkatNya dalam hidupmu dan keluargamu.
12. Pastikan anak-anakmu mendengar engkau memberitahu orang lain betapa pentingnya jemaat lokalmu bagi engkau. Pastikan mereka mengerti pentingnya berjemaat secara setia, 1 Kor. 4:2; Ibr. 10:25.
13. Pastikan engkau memberitahu anak-anakmu bahwa engkau mengasihi mereka, secara rutin.
14. Pastikan engkau menjelaskan kebenaran-kebenaran Alkitab kepada anak-anakmu dan buatlah penerapan-penerapan praktis akan kebenaran tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
15. Pastikan engkau menjelaskan kebenaran-kebenaran doktrinal Alkitab yang besar kepada anak-anakmu. Sangat penting untuk menjelaskan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidupmu. Jelaskan apa artinya dipenuhi (dikuasai) oleh Roh Kudus.
16. Pastikan engkau berjemaat di sebuah jemaat yang memiliki pengajaran Alkitab yang baik. Pastikan penekanan gereja ini adalah dalam hal bertumbuh secara rohani, memenangkan jiwa-jiwa, dan bukan berorientasi kepada aktvitas. Jangan mencari gereja hanya karena aktivitas apa yang tersedia bagi anak-anak. Carilah gereja yang menekankan pengajaran kebenaran rohani bagi engkau dan keluargamu. Carilah gereja yang memilki pelayanan Firman Tuhan sebagai penekanan utama mereka. Carilah gereja yang mendorong hidup kudus dan saleh. Carilah gereja yang tidak terlibat dalam musik yang fasik (musik yang menarik bagi daging bukan roh) seperti musik Kristen kontemporer, musik southern gospel, atau gereja yang lebih menekankan musik dari pada Firman Tuhan. Banyak gereja yang mengagungkan persekutuan remaja/pemuda dan musik mereka daripada Tuhan. (Ini adalah berhala). Carilah gereja yang menekankan musik himne.
17. Pastikan engkau menjaga anak-anakmu dari pengaruh televisi yang duniawi, musik yang duniawi, dan teman-teman dan pergaulan yang duniawi. Pastikan engkau tidak mengizinkan anak-anakmu berfokus pada lawan jenis pada usia dini. Pastikan engkau menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam hidup anak-anakmu.
18. Pastikan anda menjalani hidup yang kudus, terpisah dari keduniawian, kejahatan, dan kefasikan. Pastikan hidupmu adalah kesaksian kekudusan, bukan hanya di gereja tetapi juga di rumah.
19. Pastikan anak-anakmu dididik dalam atmosfir yang Alkitabiah, saleh, dan Kristiani. Jangan tertipu bahwa engkau bisa mendidik anakmu di dalam sistem dunia (yang adalah sistem Iblis) dan itu tidak akan berpengaruh pada mereka.
20. Pastikan engkau berusaha menanamkan karakter Kristiani yang saleh dalam hidup anak-anakmu dengan disiplin yang pantas. Seorang anak harus belajar taat pertama kalinya. Seorang anak harus belajar bahwa dia tidak perlu diberitahu berulang-ulang untuk taat. Pastikan engkau mendisiplin dengan benar dan dengan konsisten. Pastikan engkau, sebagai orang tua, memperhatikan dan berusaha dalam bidang disiplin yang pantas. Adalah tanggung jawabmu untuk mengajar anakmu bagaimana berkonsentrasi. Pastikan engkau selalu mendisiplinkan sikap dan reaksi yang tidak benar.
21. Pastikan engkau tidak hidup setiap hari dalam amarah yang fasik, atau dalam roh amarah. Efesus 4:31-32. Kebanyakan orang tua kehilangan hati anak-anak mereka karena menggunakan amarah yang fasik pada mereka. Pahamilah bahwa Alkitab mengatakan ini akan gagal. "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa" (Ams. 22:8). Pahamilah bahwa Alkitab mengatakan amarah yang tidak benar berasal dari kesombongan, Amsal 21:24. Banyak orang Kristen yang menjalani hidup sehari-hari mereka, berpikir bahwa mereka bersekutu dengan Allah, padahal dalam kenyataannya mereka menjalani hidup dalam dosa amarah, di luar persekutuan dengan Allah, 1 Yoh. 1:6-10. Amarah yang fasik sangatlah menipu dan banyak orang Kristen yang tertipu olehnya, Galatia 6:7-8. Dengan melakukan ini, kita membuka hidup kita kepada Iblis dan kehancuran darinya, 1 Pet. 5:8. Kehancuran ini terjadi dalam hidup kita, dalam hidup keluarga kita dan anak-anak kita. Essensi dari hidup Kristiani adalah dikuasai oleh Roh Allah, Efesus 5:18. Kita tidak dikuasai oleh Roh Allah jika kita menjalani hidup kita sehari-hari dalam amarah yang fasik. Iblis sangat menipu dan amarah yang fasik dirancang oleh Iblis untuk menghancurkan keluargamu dan hidupmu. Pastikan engkau mengerti bahwa "kasih itu murah hati," 1 Kor. 13:4.
22. Pastikan engkau mengerti bahwa engkau harus membangun karakter yang saleh dalam hidup anak-anakmu. Karakter mereka adalah tujuan akhir mereka. Alkitab memberikan sedikitnya 49 jenis karakter yang berbeda. Iblis akan sangat tertarik dengan karakter mereka dan karaktermu. Ia tidak peduli tentang engkau atau anak-anakmu. Ia memiliki tiga keinginan, "mencuri dan membunuh dan membinasakan, " Yohanes 10:9-10. Sadarlah bahwa engkau melawan Iblis demi anak-anakmu, 1 Petrus 5:8. Pastikan ada diskusi tentang karakter di rumah tanggamu. Belajarlah untuk memuji karakter yang bagus dalam anak-anakmu (Ini mungkin adalah poin yang terpenting). Amsal 27:21. Secara umum, banyak orang tidak memuji anak-anaknya, atau memuji hal-hal yang salah, seperti kecantikan atau prestasi, yang membangkitkan kesombongan. Memuji karakter dalam anak-anakmu membangkitkan kemajuan bagi mereka tanpa menimbulkan kesombongan.
Mazmur 127:3 "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah."
Ambil yang bermanfaat dari 22 pemikiran ini.
Tuhan memberkati anda
by: http://www.facebook.com/GCTYS?ref=stream