Thursday, 29 November 2012

~ Jadilah Pelita ~

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu tertawa dan berkata, “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.” 

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. 

Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta itu. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak, secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.” Mereka berdua meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan.

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat. 

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu. Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. 

Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana. Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan, ”Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.”

Luk 6:39
“Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?”

Agar kita bisa menuntun orang lain, kita perlu dituntun oleh Tuhan lebih dulu, dengan bersaat teduh yang teratur setiap hari wadah kita akan dipenuhi oleh Firman Tuhan yang merupakan PELITA bagi kaki kita dan TERANG bagi jalan kita sehingga kita tidak akan 'buta' rohani dan dapat menuntun orang lain ke jalan Terang.

Maukah Saudara/i menjadi 'pelita' ?

Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus memberkati selalu.
sumber: http://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS?ref=stream

I LOVE YOU

Celena adalah gadis kecil yang mengenal arti cinta yang indah dan tak terlupakan sepanjang hidupnya. Celena adalah gadis kecil berusia 10 tahun, sedang beranjak dewasa, dan selalu ceria. 

Ayah dan ibunya adalah team yang selalu kompak. Bisa di katakan pasangan serasi yang selalu penuh cinta. Setiap detik dan menit mereka tak pernah berhenti mengungkapkan perasaan betapa mereka sangat mencintai pasangannya, dan putri kecilnya. Kecupan manis bertebaran di mana-mana. Seringkali pasangan ini di tanya oleh temannya, "Apakah kalian tidak bosan selalu mengatakan 'cinta' satu sama lain?", "Memangnya kalian tidak pernah ketemu setiap hari?", "Seperti baru pacaran saja", "Sok romantis!" dan lain sebagainya.

Celena terbiasa dengan ungkapan cinta yang selalu diucapkan ayah dan ibunya, sampai suatu waktu ia terngiang-ngian­g perkataan yang selalu di lontarkan teman-teman ayah dan ibunya. Pernah juga Celena di cibir teman-temannya tentang hal itu. Sampai suatu pagi, Celena duduk diam di meja makan tanpa berkomentar dan tak menyentuh sarapan paginya. Ketika ayah dan ibunya bertanya Celena hanya diam.

Ia kemudian mengambil tasnya dan bergegas berangkat ke sekolah. Ibu Celena mengejarnya, "Celena, ada yang tertinggal sayang". Celena berhenti sejenak, ibunya mengulurkan bekal sarapan yang tadi tak disentuhnya, "Ini bekalnya, Ibu mencintaimu Celena", saat ibu Celena ingin mencium kening Celena tiba-tiba Celena berteriak, "Ibu, kenapa sih selalu bilang Ibu cinta aku? Aku tahu ibu sayang aku, tapi tidak bisakah ibu berhenti mengucapkan hal itu? Aku bosan bu! Aku malu!" Celena berlari menuju sekolahnya. Ibunya hanya terdiam meneteskan air mata dan berbisik, "Ibu sayang kamu Celena."

Hari itu rupanya hari terakhir Celena bertemu dengan ibunya, Celena tak pernah tahu bahwa ibunya menderita kanker selama ini. Keceriaan dan semangat cinta ibunya menutup semua rasa sakit yang dirasakan ibu Celena.

Sore itu, ayah Celena memeluk dan menghapus air mata yang menetes di pipi Celena. Ia kemudian bertanya, "Celena mengapa bersedih? Coba apa yang dikatakan ibumu tadi pagi?", dengan terisak Celena menjawab, "Ibu mencintaiku ayah." Ayahnya yang masih memeluknya dengan tersenyum berkata, "Beruntunglah kita Celena, saat terakhir ibu meninggal di pelukan ayah, ia juga mengatakan hal yang sama, dan ayah tak pernah menyesal, karena selama ini ayah sempat mengatakan hal yang paling indah untuk ibu, bahwa ayah mencintainya."

Celena menghapus air matanya dan kembali tersenyum. Selagi ayahnya masih ada di sampingnya, Celena berkata, "Ayah, aku mencintaimu." Dan seterusnya Celena sering mengatakan 'cinta' kepada ayahnya, tanpa rasa malu, tanpa rasa ragu, hanya perasaan sungguh-sungguh­ dan ketulusan.

Sekarang, masihkah kalimat "Aku mencintaimu" merupakan ungkapan gombal bagi Anda? Jangan pernah ragu mengatakan kepada semua orang yang Anda cintai bahwa Anda mencintainya. Karena kalimat itu sungguh berarti jika Anda tulus mengucapkannya.

Selamat pagi Tuhan Yesus memberkati.


sumber: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream

Wednesday, 28 November 2012

"Kisah nyata cinta seorang kakak kepada adiknya"


SUMBER: http://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS?ref=stream

“KRISTEN AYAM DAN KRISTEN PENYU”

Maaf sebelumnya,bukannya saya bermaksud mengayamkan dan mengpenyukan saudara saudara seiman melainkan ini hanya 
sebagai gambaran saja..... 

Jadi saya mohan agar jangan sampai ada diantara saudara kekasih kita yang tersinggung....

seekor ayam betina saat ia bertelur,jumlah telurnya hanya beberapa butir saja,nanun koteknya sampai terdengar kemana-mana.

Sama seperti dengan orang Kristen yg bila mana ia memperpembahkan korban,baik merupakan korban tatangan, korban syukur atau membantu/menolong saudara seiman/orang lain dsb....

Selalu menceritakan kesemua orang apa yang telah ia lakukan .... beritanya sampai kemana-mana.......

"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya." (Matius 6:1-2).

Sangat beda dengan penyu; bila penyu betina bertelur,walaupun telurnya jumlahnya sampai berpuluh- puluh butir,namun ia bungkam tak bersuara....

Sama seperti dengan orang Kristen yg bila mana ia telah meberi persembahan korban apapun atau membantu/menolong orang lain,tetap bungkam seribu bahasa,sesuai dengan apa yang telah Tuhan Yesus ajarkan.....

"Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
(Matius 6:3-4).

SALAM KASIH KRISTUS





sumber: http://www.facebook.com/halilintar.cahyahu

Tuesday, 27 November 2012

YANG TERLUPAKAN

Kita mungkin akan menjadi orang-orang yang terlupakan dalam hidup ini karena ketidakmampuan kita untuk melakukan sesuatu yang baik & berguna dalam hidup ini. Kita pun akan beranggapan bahwa untuk apa hidup didunia yang tidak menginginkan kehadiran kita.

Menjadi bagian yang terlupakan dalam hidup ini adalah situasi yang sama sekali tidak kita inginkan. Namun kita harus tetap menjalaninya dengan penuh SUKACITA, karena begitu banyak orang diberikan kesempatan untuk memperoleh & menikmati segala sesuatu dengan mudahnya serta selalu dikenang dan dipuji karena kelebihannya tetapi belum dapat menyadari & mengakui bahwa berkat yang diterimanya adalah ANUGERAH dari TUHAN.

Kita yang selalu berada dalam ketidakberuntungan hidup ini, janganlah MENGELUH dan PUTUS ASA. Kita mungkin pernah menyalahkan TUHAN atas segala ketidakberuntungan hidup kita dan bahkan kita pun kerap kali mencoba mencari jalan PINTAS untuk peroleh kenikmatan hidup yang layak.

KEPUTUSASAAN & KETIDAKMAMPUAN kita dalam menyikapi hidup ini, janganlah lantas membuat hubungan kita dengan TUHAN menjadi RENGGANG. Tidak tahukah kita bahwa begitu NIKMAT menjalani hidup dalam kasih TUHAN itu adalah ROTI HIDUP yang mengenyangkan JIWA kita yang LEMAH terhadap kegelapan dunia ini ?

Baiklah kita seperti DAUN yang jatuh ketanah, membusuk ditelan bumi dan menjadi bagian yang terlupakan dari POHONNYA namun DAUN itu akan melebur ke dalam tanah dan memberikan unsur dari dalam tanah yang membantu pohon itu untuk terus bertumbuh.

Nikmatilah setiap jejak hidup kita di dunia ini dengan senantiasa MENGUCAP SYUKUR dan saling MENDOAKAN satu dengan yang lain, terlebih kepada mereka yang masih belum menyadari serta mengakui KENIKMATAN HIDUP di dalam kasih TUHAN sebagai MAKANAN ROHANI yang MENGHIDUPKAN.

KETIDAKBERDAYAAN & KETIDAKMAMPUAN kita dalam menyikapi hidup ini akan menjadi SUMBER KEKUATAN yang HIDUP bila kita senantiasa MENGUCAP SYUKUR dan MEMULIAKAN nama-Nya serta bertekun dalam karya KASIH TUHAN kepada sesama yang belum menyadari keberadaan hidupnya di hadapan TUHAN agar mereka pun dapat merasakan begitu NIKMATNYA KASIH TUHAN dalam hidup ini.

“ Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yoh 6:51)


sumber: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream

# Tidak ada yang sempurna #

Hidup ini dipenuhi dengan hal2 yg tidak sempurna dan orang2 yang tidak sempurna pula.
Kita juga bukanlah orang2 terbaik di bidang kita,ada banyak hal yang sering kali terlupa oleh kita, bahkan kita sering salah.
Bahkan kita sendiri sering lupa kapan ulang tahun kita?. Sama seperti yg dilakukan orang lain juga.

Oleh karena itu,mari kita belajar untuk saling menerima kekurangan orang lain. Dan tidak menuntut orang lain sempurna, sementara kita masih dengan kekurangan.

Sikap saling menerima berlaku untuk kita semua atau bersifat umum,baik dalam keluarga,suami dan istri,ortu dan anak...
Lingkungan kita dan dimana kita bekerja bahkan di gereja dan kumpulan organisasi manapun.
Selama kita masih didunia, kita pastilah tidak sempurna.

==================

Ada 2 kunci utama untuk bisa dapat menerima orang lain dengan apa adanya.

1… Ingatlah bahwa Tuhan Yesus menerima kita apa adanya.Bahkan dengan segala keberdosaan kita. Kita berharga di mata Tuhan, dan Dia tidak melihat kekurangan kita. Dia sanggup menerima kita, dan terus menuntun kita kepada kesempurnaan.

2… Pikirkanlah,bahwa diri kita juga tidak sempurna, bahkan masih penuh dengan kekurangan,dan kitapun bisa berbuat salah sama seperti yg diperbuat orang lain.
"Jangan penuhi hati kita dengan tuntutan,tetapi penuhilah dengan sikap penerimaan yang positif."
Ini sangat membantu orang lain akan bertumbuh lebih baik.

Sebab: Saling menerima mengekalkan perhubungan,karena tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Sebab itu terimalah satu akan yang lain,seperti Kristus juga telah menerima kita,untuk kemuliaan Allah.
(Roma 15:7)

Tuhan Yesus Memberkati.

((^_^))





sumber: http://www.facebook.com/pages/Bejana-kemuliaan/492591964104594?ref=stream

Doa Yusuf Doa yg hrs berani membayar harga

Kejadian 39:1-23

Yusuf di rumah Potifar

(1) Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.

(2) Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

(3) Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,

(4) maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

(5) Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

(6) Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

(7) Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."

(8) Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,

(9) bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"

(10) Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

(11) Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.

(12) Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

(13) Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,

(14) dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.

(15) Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."

(16) Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.

(17) Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.

(18) Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."

(19) Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.

(20) Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

(21) Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

(22) Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.

(23) Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Pendahuluan
Kehidupan Yusuf adalah contoh yg jelas, bahwa doa adalah kehidupan. Krn doa adalah urusan kamar yg tertutup, namun kehidupan bicara ttg keseharian yg terbuka.
Ketika doa kita benar akan terlihat dari kesiapan kita utk berani membayar harga dari hubungan kita dgn Tuhan.

Adapun masih banyak org percaya berdoa, namun tdk berani bayar harga; org demikian disebut:
1. Org curang yg pengecut
2. Org yg tdk tahu diri
3. Org yg hanya ingin enaknya
4. Org manja yg tdk punya kualitas dan integritas.

Beberapa pelajaran ttg doa Yususf:
1. Ayat 1, Doa membawa kita pada "kebetulan2" yg sudah diprogramkan Tuhan.
2. Ayat 2, Doa membuat dpt menembus ketidaklaziman
3. Ayat 3,4, Doa memberi kekuatan extra utk mengubah mimpi menjadi kenyataan
4. Ayat 5-6, Org yg suka berdoa, bisa mentransferkan berkatnya kpd org sekitarnya
5. Ayat 7, Doa tdk membebaskan kita dari masalah.
6. Ayat 8-10, Doa memberi keberanian utk menolak dan berkata tidak utk segala ketidakbenaran.
7. Ayat 11-19, Doa menyiapkan diri kita utk kuat menghadapi berbagai tantangan
8. Ayat 20-23, Doa membuat segala situasi dan lokasi selalu menyenangkan.





sumber: http://www.facebook.com/psgilbertlumoindong?ref=stream